Kisah Teladan SufiKisah Teladan Sufi » Kisah para tokoh sufi dan wali Allah| Sunan kalijaga | sunan muria | sunan kudus | sunan drajat | Sunan ampel | Imam Hambali | Imam Syafi'i | Imam Hanafi | Syaikh Abdul Qadir Al-jaelani | Imam Al-Ghazali | Rabi'ah Al-adawiyah | Ibnu Sina | Jalaludin Rumi | Al-Hallaj | Ibnu Sina | <data:blog.pagename/> | <data:blog.title/>

Rabi’ah Al adawiyah

Posted under Tokoh tasawuf islam by wahyudi on Thursday 27 January 2011 at 3:50 pm

Rabiah Al-adawiyahRiwayat Hidup RABI’AH AL ADAWIYAH

Rabi’ah lahir pada tahun ±714 M (95 atau 99 H) [1] di Basrah Irak. Terlahir dari keluarga miskin ayah nya bernama Ismail, akan tetapi keluarga tersebut selalu hidup penuh dengan ketaqwaan dan iman kepada ALLAH. Abdul Mun’im Qandi menceritakan tentang kondisi kemiskinan keluarga Rabi’ah dalam penggalan cerita berikut;

“Ketika Rabi’ah baru lahir Istri Ismail meminta kepadanya untuk meminta kepada tetangga setes minyak atau sepotong kain untuk selimut anak meraka yang baru lahir,akan tetapi tak seorang tetanggapun yang mau memberikan pertoongan kepada mereka, Ismail pun menghibur istrinya “Istriku, tetangga kita sedang tidur nyenyak, bersyukurlah kepada ALLAH karena selama hayat kita belum pernah meminta – minta. Lebih baik selimuti saja anak kita dengan sepotong kain yang masih basah itu, percaya dan tawakallah kepada ALLAH, tentu Dia akan memberikan jalan keluar yang terbaik buat kita,Dan hanya Dialah yang memelihara dan memberikan kecukupan pada kita, percayalah wahai istriku tercinta.” [2]

Rabi’ah tumbuh menjadi sosok pribadi muslimah yang Saleh dan sangat zuhud dia pernah menjadi budak dan mengerjakan berbagai pekerjaan berat, akantetapi itu sama sekali tidak mempengaruhi kadar keimannya hingga suatu malam terjadilah peristiwa yang sangat ajaib, ketika itu Rabi’ah sedang bersujud dan memanjatkan Doa, ketika dia sedang memanjatkan Do’a tuannya mendengarkan DO’a tersebut hatinya menjadi tersentuh dan ke’esokan harinya dia memanggil Rabi’ah dan membebaskannya. Setelah bebas Rabi’ah mencari  nafkah dengan bernyanyi dan bermain seruling, akan tetapi di Basrah saat itu sedang hangat-hangatnya pembahasan masalah mengenai boleh tidaknya bagi wanita untuk bernyanyi dan bermain musik, ada ulama yang memperbolehkan dan ada yang tidak, hal ini  membuat nya ragu, di tengah keraguan inilah ALAH memberikan petunjuk kepadanya bahwa kebiasaan bernyanyi dan bermain seruling bisa membawa manfaat, Rabi’ah pun memutuskan untuk bermain seruling dan bernyanyi di majelis – majelis dakwah, dan dari Majelis dakwah dan Dzikir itulah Rabi’ah banyak belajar dari guru dan ulama.

Berbagai sumber mengatakan bahwa Rabi’ah al adawiyah wafat pada tahun 185 H (801M). sedangkan makamnya tidak diketahui secara pasti, Ada yang menyebutkan ia dikuburkan Di  Al-Quds di sebuah bukit, tetapi sumber yang lebih kuat menyebutka bahwa Rabi’ah wafat di Basrah, daerah Syam.

Sebelum wafat dia sempat berpesan kepada pengikutnya sekaligus sahabatnya Abdah binti Abu Shawwal, agar kematiannya janganlah sampai menyusahkan orang lain, dan agar membungkus mayatnya dengan jubahnya.


[1] Tim penulis IAIN Syarif Hidayatullah, ”RABI’AH AL ADAWIYAH” Ensiklopedia Islam Indonesia.

[2] Abdul Mun’im Qandil, Figur Wanita Suffi, TErj M Royhan dan M, Sofyan A (Eds Bhs Indonesia).

Ibnu Haitham

Posted under Tokoh ilmu Geometri by wahyudi on Tuesday 8 November 2011 at 10:59 am

Ibnu HaithamBapak ilmu optic pertama.

Abu ali Muhamad Al-Hassan Ibnu Al-Haitham Atau dikenal dengan nama Ibnu Haitham dilahirkan di Basrah

Tahun 354 H (965 M). Ia memulai pendidikannya di kota basrah sebelum di lantik menjadi pegawai pemerintah di kota kelahirannya. Setelah beberapa lama mengabdi beliau mengambil keputusannya untuk merantau ke Baghdad untuk menimba berbagai macam ilmu (agama, falak, matematika, fisika kedokteran) setelah itu beliau juga pergi ke Andalusi yang dikenal sebagai pusat peradaban dan kiblat pengetahuan Eropa waktu itu, di sinilah di mempelajari Ilmu tentang optic yang terkenal.

Beliau juga penah melakukan perjalanan ke mesir untuk menyelesaikan masalah banjir sungai Nil, di sini beliau banyka menyalin kitab – kitab matematika, falak, pengobatan dan falsafah, tidak heran beliau begitu ahli dalam berbagai ilmu tersebut

Pemikiran- pemikiran Ibnu Haitham

Beberapa karya tulis beliau menjadi rujukan sains di duinia barat, salah satu kajian Ibnu Haitham mengenai pengobatan mata menjadi pondasi pengobatan mata modern.

Beberapa karyanya mengenai cahaya juga di terjemahkan dalam bahasa inggris dengan judul “light on Twilight Phenomenon”, kajian ini banyak membahas senja dan lingkaran cahaya di sekitar bulan dan matahari serta bayang – bayang gerhana. Menurut Ibnu Haitham cahaya fajar muncul saat matahari berada di garis 19 derajat ufuk timur dan warna merah pada senja akan hilang saat matahari berada di garis 19 derajat ufuk barat, dalam kajian itu Ibnu Haitham menghasilkan kedudukan cahaya seperti bias cahaya dan pembelokan cahaya.

Ibnu Haitham juga melakukan percobaan terhadap kaca yang di bakar dan dari situ muncul teori lensa pembesar yang di gunakan seorang ilmuwan Italia untuk menghasilkan kaca pembesar pertama di dunia.

Yang paling menakjubkan adalah ibnu Haitham berhasil menemukan teori kubik, yaitu prinsip isi kubik udara sebelum seorang ilmuwan bernama Tricellea menemukannya 500 tahun kemudian.

Ibnu Haitham juga menemukan adanya gravitasi jauh sebelum Issac Newton. Selain itu teori Ibnu Haitham mengenai jiwa manusia sebagai satu rentetan perasaan yang bersambung secara teratur, yang memberikan ilham kepada dunia barat tetntang bayangan gambar, teorinya ini merupakan cikal bakal penemuan “Film”’

Selain Sins Ibnu Haitham juga banyak menulis karya di bidang filsafat, logika, metafizik dan masalah keagamaan, bagi Ibnu Haitham masalah filsafat tidak boleh dipisahkan dari sains matematik dan ketuhanan, ketiga ilmu ini harus di kuasai dengan baik jika ingin menemukan kebenaran.

Karya Ibnu Haitham

Beberapa karya Ibnu Haitham Antara lain :

Kitab Al-Manazir (Book of Optic) 1021 M, 600 tahun sebelum kelahiran Kepler, kitab ini membahas tentang sebab terbalik penglihatan mata dengan mengetahui kejadian yang didasarkan pada penglihtan melalui garis sinar bagian atas yang di lakukan orang yang melihatnya, sedang bagian bawah terlihat setelah terjadi sesuatu yang terbalik sehungga benda yang besar Nampak dekat dan benda yang kecil Nampak jauh, Ibnu haitham juga menolak teori Ptolemy dan Euclid bahwa manusia melihat benda melalui pancaran cahaya dari matanya, karena mata manusia bisa melihat benda akibat adanya cahaya yang jatuh ke mata.

Kitab Al-Jami fi usul Al Hisab, membahas ilmu matematika.

Kitab Al-Tahlil wa Al-Takrib, membahas Ilmu Geometri.

Kitab Tahlil al_masa’il Al Adadiyah, tentang Al Jabar.

Maqalah fi istikraj simat Al Qiblah, Mengupas tentang arah kiblat.

Maqalah fima tad’ullah, membahas penggunaan geometri dalam hukum syarak.

Maqalah fi Sina’at Al Syi’ir, membahas tentang telknik penulisan puisi.

Pengakuan Atas karya Ibnu Haitham

Rl Verma dalam bukuna “Al Hazen :Bapak modern optic” menjulukinya sebagai bapak optic modern, Rosana Gorini dalam tuisannya “Al Haytham the man of experience”, menyebutnya sebagai pelopor metode ilmiah modern. Al Qanuji mengatakan bahwa banyak ilmuwan dari yunani yang menulis tenteng optic tapi masih kalah dengan Ibnu Haitham.

Kajian dari Ibnu Haitham telah banyak memberikan landasan bagi dunia sains modern dan perkembangan sains dan beberpa pandangan dan oendapatnya masih relevan hingga sekarang.

Sunan Muria

Posted under kisah WaliSongo by wahyudi on Saturday 18 June 2011 at 7:57 pm

Riwayat Sunan Muria

Sunan Muria adalah putra dari Sunan Kalijaga dengan Dewi Saroh binti Maulana Ishaq,  Sunan Muria menikah dengan Dewi Sujinah putri dari Sunan Ngudung,  sehingga Sunan Muria juga menjadi Ipar dari Sunan Kudus, nama asli nya adalah Raden Umar Said dan nama kecilnya adalah Raden Prawoto.

Dalam Berdakwah Sunan Muria menggunakan kesenian seperti gamelan, dan tembang – tembang jawa seperti Kinanthi dan sinom, sunan Muria mendirikan pesantren di Lereng gunung Muria.

Kisah Dakwah.

(more…)

Sunan Kalijaga

Posted under kisah WaliSongo by wahyudi on Saturday 18 June 2011 at 7:54 pm

Wali songoSunan Kalijaga adalah seorang tokoh Wali Songo yang sangat lekat dengan Muslim di Pulau Jawa, karena kemampuannya memasukkan pengaruh Islam ke dalam tradisi Jawa. Makamnya berada di Kadilangu, Demak.

Riwayat Sunan Kalijaga

Masa hidup Sunan Kalijaga diperkirakan mencapai lebih dari 100 tahun. Dengan demikian ia mengalami masa akhir kekuasaan Majapahit (berakhir 1478), Kesultanan Demak, Kesultanan Cirebon dan Banten,

(more…)

Sunan Gunung Jati

Posted under kisah WaliSongo by wahyudi on Friday 17 June 2011 at 7:50 pm

Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah, lahir sekitar 1450 M, namun ada juga yang mengatakan bahwa beliau lahir pada sekitar 1448 M. Sunan Gunung Jati adalah salah satu dari kelompok ulama besar di Jawa bernama walisongo. Sunan Gunung Jati merupakan satu-satunya Walisongo yang menyebarkan Islam di Jawa Barat.

(more…)

Sunan Kudus

Posted under kisah WaliSongo by wahyudi on Thursday 16 June 2011 at 8:44 pm

Sunan Kudus dilahirkan dengan nama Jaffar Shadiq. Dia adalah putra dari pasangan Sunan Ngudung, adalah panglima perang Kesultanan Demak Bintoro dan Syarifah adik dari Sunan Bonang. Sunan Kudus diperkirakan wafat pada tahun 1550.

Sunan Kudus pernah menjabat sebagai panglima perang untuk Kesultanan Demak, dan dalam masa pemerintahan Sunan Prawoto dia menjadi penasihat bagi Arya Penangsang. Selain sebagai panglima perang untuk Kesultanan Demak, Sunan Kudus juga menjabat sebagai hakim pengadilan bagi Kesultanan Demak.

(more…)

Sunan Drajat

Posted under kisah WaliSongo by wahyudi on Thursday 16 June 2011 at 7:39 pm

Sunan Drajat diperkirakan lahir pada tahun 1470 masehi. Nama kecilnya adalah Raden Qasim, kemudian mendapat gelar Raden Syarifudin. Dia adalah putra dari Sunan Ampel, dan bersaudara dengan Sunan Bonang.

Ketika dewasa, Sunan Drajat mendirikan pesantren Dalem Duwur di desa Drajat, Paciran Kabupaten Lamongan.

(more…)

Sunan Mbonang

Posted under kisah WaliSongo by wahyudi on Wednesday 15 June 2011 at 7:31 pm

Sunan Bonang dilahirkan pada tahun 1465, dengan nama Raden Maulana Makdum Ibrahim. Dia adalah putra Sunan Ampel dan Nyai Ageng Manila. Bonang adalah sebuah desa di kabupaten Rembang.

Versi China menyebutkan bahwa nama kecil Sunan MBONANG adalah LIEM BUN AN sehingga sangat mudah nama tersebut terpeleset menjadi MBONANG. Sedang untuk versi Jawa, nama MBONANG berasal dari bonang, yaitu nama salah satu instrumen gamelan Jawa. Raden MAKHDUM IBRAHIM dikenal sangat pandai memainican musik tersebut sebagai sarana untuk dakwah Islam, dan oleh karena itu namanya dilekatkan dengan instrumen itu. Logika ini sebenarnya agak lemah, sedang nama Liem Bun An sangat sedikit disinggung oleh para penulis.  Yang paling dekat adalah Raden MAKHDUM IBRAHIM dinamakan Sunan MBONANG karena dia mendirikan pesantren dan menjadi pernuka agama di Tuban, dan desa tempat tinggalnya bemama Mbonang. Tetapi  mengapa nama desanya disebut Mbonang, merupakan pertanyaan tersendiri.

(more…)

Sunan Ampel

Posted under kisah WaliSongo by wahyudi on Tuesday 14 June 2011 at 7:13 pm

Sunan Ampel pada masa kecilnya bernama Raden Rahmat, dan diperkirakan lahir pada tahun 1401 di Champa. Ada dua pendapat mengenai lokasi Champa ini. Encyclopedia Van Nederlandesh Indie mengatakan bahwa Champa adalah satu negeri kecil yang terletak di Kamboja. Pendapat lain, Raffles menyatakan bahwa Champa terletak di Aceh yang kini bernama Jeumpa. Menurut beberapa riwayat, orang tua Sunan Ampel adalah Ibrahim Asmarakandi yang berasal dari Champa dan menjadi raja di sana. Dalam catatan Kronik Cina, ia dikenal sebagai Bong Swi Hoo.

Ibrahim Asmarakandi disebut juga sebagai Maulana Malik Ibrahim. Ia dan adiknya, Maulana Ishaq adalah anak dari Syekh Jumadil Qubro. Ketiganya berasal dari Samarkand, Uzbekistan, Asia Tengah.

(more…)

Sunan Giri

Posted under kisah WaliSongo by wahyudi on Tuesday 14 June 2011 at 7:22 am

Sunan Giri adalah nama salah seorang Walisongo dan pendiri kerajaan Giri Kedaton, yang berkedudukan di daerah Gresik, Jawa Timur. Ia lahir di Blambangan tahun 1442. Sunan Giri memiliki beberapa nama panggilan, yaitu Raden Paku, Prabu Satmata, Sultan Abdul Faqih, Raden ‘Ainul Yaqin dan Joko Samudra. Ia dimakamkan di desa Giri, Kebomas, Gresik.

makam walisongo

Silsilah

Beberapa babad menceritakan pendapat yang berbeda mengenai silsilah Sunan Giri. Sebagian babad berpendapat bahwa ia adalah anak Maulana Ishaq, seorang mubaligh yang datang dari Asia Tengah. Maulana Ishaq diceritakan menikah dengan Dewi Sekardadu, yaitu putri dari Menak Sembuyu penguasa wilayah Blambangan pada masa-masa akhir kekuasaan Majapahit.

Pendapat lainnya yang menyatakan bahwa Sunan Giri juga merupakan keturunan Rasulullah SAW; yaitu melalui jalur keturunan Husain bin Ali, Ali Zainal Abidin, Muhammad al-Baqir, Ja’far ash-Shadiq, Ali al-Uraidhi, Muhammad an-Naqib, Isa ar-Rumi, Ahmad al-Muhajir, Ubaidullah, Alwi Awwal, Muhammad Sahibus Saumiah, Alwi ats-Tsani, Ali Khali’ Qasam, Muhammad Shahib Mirbath, Alwi Ammi al-Faqih, Abdul Malik (Ahmad Khan), Abdullah (al-Azhamat) Khan, Ahmad Syah Jalal (Jalaluddin Khan), Jamaluddin Akbar al-Husaini (Maulana Akbar), Maulana Ishaq, dan ‘Ainul Yaqin (Sunan Giri). Umumnya pendapat tersebut adalah berdasarkan riwayat pesantren-pesantren Jawa Timur, dan catatan nasab Sa’adah BaAlawi Hadramaut.

(more…)

Maulana Ishaq

Posted under kisah WaliSongo by wahyudi on Monday 13 June 2011 at 8:07 pm

Berbeda dengan kisah Maulana Malik Ibrahim yang tidak mengandung unsur mistis, kisah Maulana Ishaq terdapat kisah mistis yang spektakuler, dan tidak sesuai dengan kaidah ajaran islam, kemungkinan kisah ini muncul karena menikah dengan seorang bangsawan Jawa.

Menjadi menantu raja blambangan

Pada watu itu kerajaan Blambangan di perintah oleh raja Prabu Menak Sembuyu sedang di serang wabah penyakit, salah satu korban nya adalah sang putrid Dewi Sekardadu, karena tidak ada ahli pengobatan di Blambangan yang berhasil menyembuhkan, meskipun telah di adakan sayembara tetap saja penyakit sang putrid tidak dapat di sembuhkan.

(more…)

Next Page »
rabiah al adawiyah | al ghazali | abdul qadir al jaelani | jalaludin rumi | Habib Al-ajami | Imam Al-Ghazali | ibnu Sina | Hikmah tahajud | cerita teladan islami | tasawuf islam | kisah para sufi | Maulana malik ibrahim | Maulana ishaq | sunan ampel | sunan giri | sunan mbonang | sunan kudus | sunan muria | sunan kalijaga |