Kisah Teladan Sufikisah teladan sufi| Sunan kalijaga | sunan muria | sunan kudus | sunan drajat | Sunan ampel | Imam Hambali | Imam Syafi'i | Imam Hanafi | Syaikh Abdul Qadir Al-jaelani | Imam Al-Ghazali | Rabi'ah Al-adawiyah | Ibnu Sina | Jalaludin Rumi | Al-Hallaj | Ibnu Sina | <data:blog.pagename/> | <data:blog.title/> kisah teladan sufi

Rabi’ah Al adawiyah

Posted under Tokoh tasawuf islam by wahyudi on Thursday 27 January 2011 at 3:50 pm

Rabiah Al-adawiyahRiwayat Hidup RABI’AH AL ADAWIYAH

Rabi’ah lahir pada tahun ±714 M (95 atau 99 H) [1] di Basrah Irak. Terlahir dari keluarga miskin ayah nya bernama Ismail, akan tetapi keluarga tersebut selalu hidup penuh dengan ketaqwaan dan iman kepada ALLAH. Abdul Mun’im Qandi menceritakan tentang kondisi kemiskinan keluarga Rabi’ah dalam penggalan cerita berikut;

“Ketika Rabi’ah baru lahir Istri Ismail meminta kepadanya untuk meminta kepada tetangga setes minyak atau sepotong kain untuk selimut anak meraka yang baru lahir,akan tetapi tak seorang tetanggapun yang mau memberikan pertoongan kepada mereka, Ismail pun menghibur istrinya “Istriku, tetangga kita sedang tidur nyenyak, bersyukurlah kepada ALLAH karena selama hayat kita belum pernah meminta – minta. Lebih baik selimuti saja anak kita dengan sepotong kain yang masih basah itu, percaya dan tawakallah kepada ALLAH, tentu Dia akan memberikan jalan keluar yang terbaik buat kita,Dan hanya Dialah yang memelihara dan memberikan kecukupan pada kita, percayalah wahai istriku tercinta.” [2]

Rabi’ah tumbuh menjadi sosok pribadi muslimah yang Saleh dan sangat zuhud dia pernah menjadi budak dan mengerjakan berbagai pekerjaan berat, akantetapi itu sama sekali tidak mempengaruhi kadar keimannya hingga suatu malam terjadilah peristiwa yang sangat ajaib, ketika itu Rabi’ah sedang bersujud dan memanjatkan Doa, ketika dia sedang memanjatkan Do’a tuannya mendengarkan DO’a tersebut hatinya menjadi tersentuh dan ke’esokan harinya dia memanggil Rabi’ah dan membebaskannya. Setelah bebas Rabi’ah mencari  nafkah dengan bernyanyi dan bermain seruling, akan tetapi di Basrah saat itu sedang hangat-hangatnya pembahasan masalah mengenai boleh tidaknya bagi wanita untuk bernyanyi dan bermain musik, ada ulama yang memperbolehkan dan ada yang tidak, hal ini  membuat nya ragu, di tengah keraguan inilah ALAH memberikan petunjuk kepadanya bahwa kebiasaan bernyanyi dan bermain seruling bisa membawa manfaat, Rabi’ah pun memutuskan untuk bermain seruling dan bernyanyi di majelis – majelis dakwah, dan dari Majelis dakwah dan Dzikir itulah Rabi’ah banyak belajar dari guru dan ulama.

Berbagai sumber mengatakan bahwa Rabi’ah al adawiyah wafat pada tahun 185 H (801M). sedangkan makamnya tidak diketahui secara pasti, Ada yang menyebutkan ia dikuburkan Di  Al-Quds di sebuah bukit, tetapi sumber yang lebih kuat menyebutka bahwa Rabi’ah wafat di Basrah, daerah Syam.

Sebelum wafat dia sempat berpesan kepada pengikutnya sekaligus sahabatnya Abdah binti Abu Shawwal, agar kematiannya janganlah sampai menyusahkan orang lain, dan agar membungkus mayatnya dengan jubahnya.


[1] Tim penulis IAIN Syarif Hidayatullah, ”RABI’AH AL ADAWIYAH” Ensiklopedia Islam Indonesia.

[2] Abdul Mun’im Qandil, Figur Wanita Suffi, TErj M Royhan dan M, Sofyan A (Eds Bhs Indonesia).

Perintis Cinta Ilahi

Rabi’ah Al Adawiyah yang selama hidupnya tidak pernah menikah, dianggap mempunyai pengaruh besar dalam memperkenalkan cinta kepada ALLAH kedalam mistisme Islam, sebagian Sufi menjadikan Cinta sebagai ajaran pokok dalam tasawuf, cinta adalah jalan sufi atau keadaan rohani yang paling tinggi dan penting dalam hubungan manusia dengan Tuhan.

Rabi’ah juga disebut sebagai orang pertama yang menjadikan cinta Ilahi sebagai objek utama puisi.

Abu Al-Wafa’ Al Ghanami menyimpulkan  bahwa  Rabi’ah al Adawiyah bukan hanya mempopulerkan kata cinta, tetapi dia pula yang pertama-tama menganalisis dan menguraikan pengertian cinta.

Mahabbah dan Ma’rifah Rabi’ah

Mahabbah senantiasa di dampingi oeh Ma’rifah, keduanya menggambarkan hubungan  yang rapat antara sufi dengan tuhan, Tentang Ma’rifah  Rabi’ah pernah berkata bahwa  “buah ilmu rohani adalah jika engkau palingkan mukamu dari makhluk agar engkau dapat memusatkan perhatianmu hanya kepada ALLAH saja, karena Ma’rifah itu adalah mengenal ALLAH sebaik-baiknya.

Ketika Rabi’ah ditanya apakah engkau melihat tuhan yang engkau sembah ? maka ia menjawab; jika aku tidak melihatnya maka aku tidak menyembahnya.”

Dzul al-Nun al-Mishri mengklasifikasikan Ma’rifah menjadi tiga tingkatan.

1.        Ma’rifah Awam : mengetahui Tuhan dengan perantara ucapan Syahadat.

2.        Ma’rifah Ulama : mengetahui Tuhan dengan akal.

3.        Ma’rifah Sufi : mengetahui Tuhan dengan perantara sanubari hati.

Rabi’ah telah beribadah dengan tekun sejak dari kecil dengan bimbingan dari kedua orang yuanya, sehingga ia telah mencapai Maqam Cinta Illahi dengan melalui tingkatan – tingkatan di atas, sehingga  ia telah melihat (Ma’rifat) kepada ALLAH. Seperti yang pernah dia sampaikan kepada temannya yang bernama Hayyunah, “ALLAH menjadikan makhluk agar mengenal-NYA, bila sudah mengenal-NYA,mereka akan menyenbah-nya dan mencintainyya, bila sudah mencintainya dibukakanlah rahasia-rahasia kerajaan-nya, dan ketika menyaksikan Cahaya kekuasannya-nya, bertambahlah kenikmatan mereka.”

Barangkali , mahabbah dan ma’rifah yang tertinggi bisa di kategorikan sebagai hal, dan dapat disimpulkan bahwa keduanya selalu berdampingan, dengan Mahabah dan Ma’rifah yang tinggi manusia akan mendapatkan keindahan ALLAH dengan kebenaran yang se benar-benarnya dan harapan akan kebersamaan abadi dengan sang kekasih tercinta di akhirat kelak.

SYAIR-SYAIR RABI’AH AL-ADAWIYAH.

“Tuhanku,tenggelamkan aku dalam cinta-Mu hingga tak ada sesuatu pun menggangguku  dalam jumpa-Mu. Tuhanku, bintang-gemintang, berkelip-kelip Manusia terlena dalam buai tidur lelap Pintu-pintu istana pun telah tertutup rapat. Tuhanku, demikian malam pun berlalu Dan inilah siang dating menjelang, aku menjadi gelisah, Apakah persembahan malamku kau terima, hingga aku mereguk bahagia Ataukah itu kautolak, hingga aku di himpit duka. Demi kemahakuasan_Mu. Inilah yang akan ku lakukan Selama kau beri aku kehidupan Demi kemanusiaan –Mu, Andai kau usir aku dari pintu-Mu aku tak aian pergi berlalu karena cintaku pada-Mu sepenuh kalbu”.

“Aku mencintai-Mu dengan dua cinta, cinta karena diriku dan cinta karenadiri-Mu. Cinta kerena diriku adalah keadaan senantiasa mengingat –Mu. Cinta karena diri-Mu adalah keadaaan –Mu mengungkap tabir hingga Engkau kulihat Baik untuk ini maupun untuk itu. Pujian bukanlah bagiku, Bagimu pujian untuk semua itu”.

“Salatmu

Adalah cahaya

Ketka manusia tidur terlena.

Tidurmu

Sebagai penghalang

Bagi shalat malammu.

Umurmu

Adalah keuntungan besar

Bila engkau memanfaatkannya.

Membiarkan waktu berlalu

Yang tiada makna dan arti

Adalah kerugian besar

Yang tak  mungkin dapat ditebus”.


”Ya, Allah apa pun yang akan Engkau karuniakan  padaku di dunia ini, berikanlah kepada musuh- musuh-Mu. Dan apa pun yang akan Engkau karuniakan ke padaku di akhirat nanti, berikanlah kepada sahabat-sahabat-Mu,karena engkau sendiri, cukuplah bagiku.”

“Buah hatiku, hanya Engkau yang kukasihi beri ampunlah pembuat dosa yang akan datang kehadirat-Mu. Engkau harapanku, kebahagian dan kesenanganku, Hatiku telah enggan mencintai selain dari Engkau”.

“Orang – orang telah nyenyak dalam tidurnya Namun, Rabi’ah yang dalam keadaan bersalah tetap berdiri di hadapan-Mu, tertuju ke hadapan-Mu,agar membuatnya selalu dalam keadaan bangun. Demi mengabdi kepada-Mu Demi keagungan dan kebesaran-Mu aku tetap dalam keadaan bangun baik siang maupun malam, demi mengabdi kepada-Mu, sampai aku berhasil menemui-Mu”.

“Ketika kudengar suara azan yang kudengar hanyalah panggilan kiamat, ketika kulihat salju yang kuingat hanyalahbulu beterbangan, ketika kulihat belalang yang teringat hanyalah hari  perhitungan.”

“Suatu hari Rabi’ah membawa air di tangankiri dan obor di tangan kanan;

Kemana engkau hendak pergi Rabi’ah, Tanya seseorang kepadanya,

Saya mau ke langit untuk membakar surga dan memadamkan api neraka, agar keduanya tak menjadi sebab manusia Menyembah-Nya.

Sekiranya  ALLAH tak menjadikan pahala dan siksa, masih adakah di antara mereka yang menyembah-Nya??”

Abbas ibnu Firnas

Posted under Tokoh Ilmu alam by wahyudi on Tuesday 28 January 2014 at 3:42 pm

BICARA soal dunia penerbangan, tak pernah lepas dari tokoh-tokoh semacam Sir George Cayley, Otto Lilienthal, Santos-Dumont dan Wright Bersaudara. Merekalah yang dikenal berjasa merintis dunia penerbangan hingga menjelma menjadi industri modern seperti sekarang ini. Tapi apakah anda tahu bahwa peletak dasar konsep pesawat terbang pertama adalah seorang ilmuwan Muslim dari Spanyol, Abbas Ibnu Firnas. Dialah orang pertama dalam sejarah yang melakukan pendekatan sains dalam mempelajari proses terbang. Ibnu Firnas pun layak disebut sebagai manusia pertama yang terbang, ribuan tahun sebelum Wright Bersaudara berhasil melakukannya.

Abbas Qasim Ibnu Firnas (di Barat dikenal dengan nama Armen Firman) dilahirkan pada tahun 810 Masehi di Izn-Rand Onda, Al-Andalus (kini Ronda, Spanyol). Dia dikenal ahli dalam berbagai disiplin ilmu, selain seorang ahli kimia, ia juga seorang humanis, penemu, musisi, ahli ilmu alam, penulis puisi, dan seorang penggiat teknologi. Pria keturunan Maroko ini hidup pada saat pemerintahan Khalifah Umayyah di Andalusia (Spanyol).

HASIL KARYA

Ibnu Firnas merancang jam air yang disebut Al-Maqata, menyusun cara pembuatan kaca berwarna, membuat lensa korektif, merancang rangkaian cincin yang dapat digunakan untuk mensimulasikan gerakan planet-planet dan bintang-bintang, dan mengembangkan proses untuk memotong batu kristal yang memungkinkan Spanyol untuk berhenti mengekspor batu kuarsa atau quartz ke Mesir untuk dipotong.

Di rumahnya, ia membangun sebuah ruangan di mana para pengunjung rumahnya bisa menyaksikan bintang, awan, guntur, dan petir, yang diproduksi oleh mekanisme yang berlokasi di laboratorium lantai dasar rumahnya. Dia juga menyusun alat semacam metronome.

Sebuah kawah di Bulan dinamai Ibnu Firnas untuk menghormatinya.

Sebuah surat resmi tunggal menyebutkan Firnas menggunakan sayap untuk terbang – di tulis tujuh abad kemudian oleh sejarawan Maroko Ahmed Mohammed al – Maqqari.

” Di antara eksperimen lain yang ia buat, adalah Abbas Ibnu Firnas mencoba mengembangkan konsep untuk terbang, dengan cara menutupi tubuhnya dengan bulu untuk tujuan tersebut, dan memasangkan beberapa sayap ke tubuhnya, kemudian dia melemparkan dirinya ke udara , ketika menurut kesaksian beberapa penulis yang dapat dipercaya yang menyaksikan pertunjukan , ia mampu terbang dengan  jarak yang cukup jauh, seolah-olah ia terbang seperti burung, namun, saat akan mendarat lagi di tempat mana ia mulai , punggungnya cedera, karena dia tidak tahu bahwa burung ketika akan mendarat mereak turun dengan ekor mereka terlebih dahulu, dan ia lupa untuk membuat kan ekor itu” .

Konon Al – Maqqari menggunakan sebuah sumber sejarah awal yang tidak lagi ada” , tetapi dalam kasus Firnas satu-satunya yang dikutip oleh dia adalah sebuah puisi abad ke-9 yang ditulis oleh Mu’min ibn Said, seorang penyair pengadilan. Córdoba di bawah Muhammad I ( w. 886 ) , yang mengenal dan biasanya kritis Ibn Firnas ayat yang bersangkutan berjalan: ” dia terbang lebih cepat dari phoenix dengan berpakaian dari bulu burung pemakan bangkai.

Penerbangan yang disaksikan secara luas oleh masyarakat itu terbilang sangat sukses. Sayangnya, karena cara meluncur yang kurang baik, Ibnu Firnas terhempas ke tanah bersama pesawat layang buatannya. Dia pun mengalami cedera punggung yang sangat parah. Cederanya inilah yang membuat Ibnu Firnas tak berdaya untuk melakukan ujicoba berikutn

Walaupun percobaan terbang menggunakan sepasang sayap dari bulu dan rangka kayu tidak berhasil dengan sempurna, namun gagasan inovatif Ibnu Firnas kemudian dipelajari Roger Bacon 500 tahun setelah Firnas meletakkan teori-teori dasar pesawat terbangnya. Kemudian sekitar 200 tahun setelah Bacon (700 tahun pascaujicoba Ibnu Firnas), barulah konsep dan teori pesawat terbang dikembangkan.

Persenjataan Militer

Posted under Tokoh Ilmu alam by wahyudi on Monday 3 September 2012 at 3:08 pm

Dewasa ini perkembangan tekhnologi persenjataan negara – negara Muslim, memang semakin tertinggal dengan tekhnologi persenjataan negara – negara non muslim seperti negara – negara barat, cina, dan jepang, selain itu mayoritas negara – negara muslim masih mengalami ketergantungan peralatan militer kepada negara – negara barat.

Meskipun masih ada negara muslim yang masih berusaha untuk mandiri di bidang persenjataan militer seperti Iran dan Pakistan, kita juga patut bersyukur karena negara kita Indonesia juga tidak berhenti melakukan riset dan inovasi di bidang Alutsista ini lewat PT Pindad, LIPI, PAL dan banyak lembaga lain yang terlibat, contoh nya adalah riset tekhnologi roket yang masih di jalankan oleh LIPI, panser baracuda PT PINDAD, dan yang terbaru adalah peluncuran kapal rudal cepat TNI AL jenis trimaran pada bulan september 2012 oleh PT LINDUN Banyuwangi yang di klaim anti radar, bahan fiber carbon yang lebih kuat dari baja dan hanya ada dua negara di dunia yang memiliki kapal jenis ini ( pertama Amerika).

SEJARAH PERKEMBANGAN PERSENJATAAN KAUM MUSLIM

Namun kalau kita telaah sejarah, ternyata sejak awal kaum Muslim sangat terbuka dalam mempelajari teknologi militer.  Pada perang Khondaq, Rasulullah SAW menerima usulan untuk membuat parit dari Salman yang berasal dari Persia.  Sampai saat itu, bangsa Arab tidak pernah mengenal teknik perang parit.

Rasulullah juga sempat mengirim sejumlah sahabat untuk berburu ilmu ke Cina.  Mereka kemudian pulang di antaranya membawa pengetahuan membuat mesiu yang di Cina biasa dipakai untuk membuat kembang api saat perayaan Imlek, dan saat itu belum dikenal di luar Cina.

Kaum Muslim kemudian mengembangkan berbagai ilmu dasar yang terkait teknologi militer, yaitu fisika dan kimia.  Sekarang pun bila Hamas ingin merakit sebuah roket sederhana untuk mengganggu Israel, mereka harus menguasai fisika dan kimia dasar.  Fisika untuk mekanikanya, dan kimia untuk bahan bakar dan peledaknya.  Kalau roket itu ingin dapat dikendalikan, maka mereka harus menguasai elektronika, terutama terkait sinyal radio dan navigasi.

Senjata Api dan Bahan Peledak

Pada tahun 1228, laporan independen dari Prancis menyebutkan bahwa tentara Muslim sudah menggunakan bahan peledak untuk mengalahkan tentara Salib yang dipimpin Ludwig IV.  Bahan peledak itu dikemas dalam pot-pot tembikar yang dilontarkan dengan ketapel raksasa.

Tahun 1260 pistol pertama telah digunakan oleh tentara Mesir dalam mengalahkan tentara Mongol di Ain Jalut.  Menurut Syamsuddin Muhammad (wafat 1327 M), pistol itu berisi bubuk mesiu yang komposisinya idealnya terdiri dari 74 persen salpeter, 11 persen sulfur, dan 15 persen karbon.  Mereka juga sudah menggunakan pakaian tahan api untuk melindungi diri dari bubuk mesiu itu.

Tahun 1270 insinyur kimia Hasan al-Rammah dari Suriah menulis dalam kitabnya al-Furusiyya wa al-Manasib al-Harbiyya (Buku tentang formasi perang [dengan pasukan berkuda] dan peralatan perang) hampir 70 resep kimia bahan peledak (seperti kalium nitrat) dan teknik pembuatan roket.  Dia menuliskan bahwa banyak dari resep itu telah dikenal generasi kakeknya, yang menunjukkan akhir abad 12 M.  Komposisi bahan peledak secanggih ini belum dikenal di Cina atau Eropa sampai abad-14 M.

Senjata Artileri

Torpedo juga ditemukan oleh Hasan al-Rammah yang memberi ilustrasi torpedo yang meluncur di air dengan sistem roket yang diisi bahan peledak dengan tiga lubang pengapian.

Ibnu Khaldun menuliskan bahwa pada tahun 1274 penggunaan meriam telah dimulai oleh Abu Yaqub Yusuf dalam menaklukkan kota Sijilmasa.  Namun penggunaan “senjata super” yaitu meriam raksasa pertama kali adalah saat penaklukan Konstantinopel pada 1453 oleh tentara Muhammad al Fatih.  Dia memiliki meriam dengan diameter 762 mm yang dapat melontarkan peluru batu ataupun mesiu hingga seberat 680 kg.

Pada 1582 Fathullah Shirazy, seorang matematikawan dan ahli mekanik Persia-India yang bekerja untuk dinasti Mughal menemukan senapan mesin.  Mesin ini dapat mengoperasikan meriam berikut membersihkan hingga 16  lubang mesiunya secara otomatis.  Mesin ini dioperasikan dengan tenaga sapi.

Tekhnik Metalurgi canggih dan strategi militer

Teknologi alutsista di masa khilafah Islam juga mencakup hal-hal yang paling “sederhana” seperti ilmu metalurgi untuk menghasilkan pedang dan tombak yang lebih kuat, metode komunikasi militer untuk menyampaikan pesan-pesan rahasia secara cepat, hingga astronomi navigasi untuk memandu kapal-kapal perang ke tujuan dengan akurat secara cepat.

Di berbagai era kekhilafahan, peran para perekayasa militer terus meningkat.  Korps perekayasa yang terdiri dari pandai besi (metalurgist), tukang kayu, ahli keramik, ahli kimia dan sebagainya dibentuk, dan mereka bekerja di bawah komando yang langsung bertanggung jawab kepada Amirul Jihad.

Pada 1683 M, tentara Khilafah Utsmani yang persenjataannya masih di atas seluruh persenjataan Eropa bersama-sama, salah strategi, sehingga misi mereka menaklukkan Wina Austria tanpa tetesan darah, gagal total.  Jihad kemudian dinyatakan “reses”.  Akibatnya korps perekayasa militer ini mengalami stagnasi. Pada akhir abad 18 saat tentara Napoleon memasuki Mesir, teknologi meriam Prancis sudah di atas meriam Mesir – yang praktis sudah berhenti berkembang selama satu abad!  Karena itu memang jihad tidak boleh berhenti.  Jihad itulah yang akan terus mengobarkan perkembangan teknologi alutsista kaum Muslimin.

Ibnu Bassal

Posted under Tokoh Ilmu alam by wahyudi on Monday 3 September 2012 at 11:37 am

Muhammad Ibrahim Ibnu Bassal, tinggal di Toledo. Ia mengabdikan dirinya khusus untuk agronomi. Dia juga melakukan pelayanan untuk al-Ma’mun Sultan Toledo (1038-1075), ia menulis sebuah risalah panjang tentang agronomi (Diwan al-filaha); pekerjaan ini adalah kemudian dipersingkat menjadi satu volume dengan enam belas bab. Karya ini, yang diterjemahkan ke dalam bahas Spanyol,  pada Abad Pertengahan, diterbitkan pada tahun 1955 bersama dengan teks bahasa Arab, (lihat bawah). Risalah Ibnu Bassal adalah tunggal dalam hal itu tidak mengandung referensi ke agronomi sebelumnya, tampaknya harus didasarkan hanya pada pengalaman pribadi penulis, yang terungkap sebagai yang paling asli.

Catatan Ringkas berikut adalah tentang cara kerja alat mutakhir karya Ibnu Bassal pada abad kesebelas untuk memanfaatkan efek roda gila dalam saqiya [Alat yang berupa rangkaian pot untuk mengangkat air]. Berat A ditempatkan di belakang hewan pada tuas penarik  yang berputar di sekitar poros vertikal dari saqiya . Kelembaman tambahan yang dihasilkan yang disimpan dalam berat diperlukan untuk operasi yang tepat dari saqiya tersebut. Menggunakan berat untuk menghasilkan efek roda gila, operasi akan menjadi lebih halus dan beban pada hewan akan diminimalkan. Bobot roda gila memungkinkan puncak dan lembah torsi menjadi berkurang.

Selain itu di dalam karyanya (Diwan al-filaha) berisi informasi tentang berbagai jenis bahan makanan dan bagaimana untuk menghasilkan mereka dan memelihara mereka, di samping metode dalam budidaya pertanian, irigasi, pengendalian hewan peliharaan dan mengolah tanah.

Gambar beberap teks asli dari kitab Diwan Al- filaha

kitab agronomi Ibn Basaal

Ibn bassal

Manfaat Shalat hajat

Posted under Manfaat shalat sunnah by wahyudi on Saturday 14 July 2012 at 8:39 pm

Barang siapa mempunyai suatu hajat atau keperluan, baik untuk keperluan dunia maupun akhirat, maka di anjurkan untuk melakukan Shalat Hajat, adapun beberapa manfaat shalat hajat antara lain :

1.  mengharapkan berhasilnya suatu maksud

2,  mongharapkan  berhasilnya usaha atau cita-cita.

3.  mengharapkan berhasilnya suatu keper!uan atau keselamatan.

4.  mengharapkan berhasilnya melaksanakan tugas – tugas Agama.

5.  mengharapkan berhasilnya melaksanakan tugas – tugas Negara.

6.  mongharapkan berhasilnya ketentraman rumah tangga.

7.  mengharapkan berhasilnya rnengajar anak didik.

8.  mengharapkan berhasilnya menuntut ilmu.

dan lain-lain.

Hendaknya anda melakukan Shalat hajat dengan penuh ikhlas karena ta’at kepada ALLAH dan jangan berputus asa. Demikianlah  diterang kan di dalam kita “Hikam”.

Imam  Ghozali rnenerangkan  didaiam  kitab “IHYAK ULUMUDDIN”   bahwa waktu-waktu istijabah itu banyak sekali.

Diantaranya;

1.  pada saat-saat sepertiga yang.akhir dairi waktu malam.

2.  pada   saat-saat   diantara  adzan   dan  iqomah.

3.  sesudah shalat. fardili lima waktu.

4.  malam dan hari jumah.

5.  Hari Arofah ( 9 dzulhijjah)

6.  melakukan berpuasa.

7.  Ketika sujud.

8.  Saat bulan ramadlan.

Adapun syarat – syaratnya ialah :

1.  menghadap Qiblat.

2.  mengangkat  kedua  belah  tangannya,  dan  menyapu muka setelah seleesai berdo’a

3.  Dengan suara  yang  rendah, (janganlah menyaringkansuara).

4.  Merendah kan diri  (depe-depe)  penuh rintihan.

5.  Janganlah menengadah ke langit.

6.  Berkeyakinan bahwa  do’anva dikabulkan oleh ALLAH.

7,  Dimulai   mengucapkan   puji   kepada   ALLAH,dan membaca Shalawat atas Rasullullah.

8.  Diakhiri dengan ucapan shalawat serta  salam kepada nabi dan ahli bait dan para shahabat.

9.  hendaknya diulangi sampai  tiga  kali.

Demikianlah diantara kesimpulan – kesimpulan yang tersebut di dalam kitab  “IHYAK ULLUMUDDIN” JUZ I  hal; 306 sampai 309.

CARA MENGAMALKAN SHALAT HAJAT :

Adapun shalat yang di ajarkan Nabi Muhammad adalah Sbb :

1. Mengambil  wudlu yang sempurna.

2. Kedua, berpakaian yang suci.

3. Ketiga, masuk ke tempat yang tertutup (Kholwat)

4, Keempat, niat shalat hajat :

USHALLII SUNNATAN  LIQADHAAIL HAAJATI ROKA’ATAINI LILLAAHI TA’AALAA

Artinya:

Saya berniat shalat sunnah hajat dua rakaat untuk menunaikan hajat karena Allah.

Doa sesudah Shalat Hajat :

LAILAAHA ILLAAHUL HALlIMUL KARIIM, SUB

HAANALLAAHI ROBBIL ‘ARSYlL ‘AZHIIM, ALHAM

DULILLAAHI ROBBIL ‘ AALAMIIN.

AS-ALUKA  MUUJIBAATI  ROHMATIKA   WA-

ZAA’IMA MAGHFIROTIKA WAL ISHMATA MING -

KULLI DZAMBIN WAL GHONIIMATA MING KULLI

BIRRIN, WASSALAAMATA MING KULLI ITSMIN LAA

TADA’LII DZAMBAN ILLAA GHOFARTAHU, WALA

HAMMAN ILLAA FARROJTAHU, WALAA HAAJATAN

HIYA LAKA RIDHON ILLAA QODHOITAHAA, YA

AR-HAMAR ROOHIMIlN.

Artinya:

Tidak ada Tuhan yang lain kecuali Allah Yang Penyantun dan Mulia, Maha Suci Allah, Tuhan Penguasa dan Pengatur ‘Asary yang agung, segala puji kepunyaan Allah penguasa alam semesta. ya Allah aku memohon kepada-Mu ketetapan rahmat ampunan dari-Mu,  dipelihara dari  segala dosa,   dan kaya akan kebaikan.  selamat  dari  perbuatan  durhaka,  janganlah  Engkau tinggalkan  sedikitpun  dosa pada  diriku tiada  kesusahan  kecuali lenyap dariku, tiada hajat atau keinginan yang diridhai Engkau kecuali engkau kabulkan, Hai Dzat yang
paling belas kasihan.

Manfaat shalat Dhuha

Posted under Manfaat shalat sunnah by wahyudi on Saturday 14 July 2012 at 12:01 pm

Salah satu shalat sunnah yang di ajarkan oleh Rasulullah SAW yang mempunyai banyak Manfaat dan keutamaan adalah shalat Dhuha, waktu untuk melaksanakan shalat dhuha adalah sesudah fajar sampai terdengar Azan Dhuhur, ( sesudah mencapai  satu perempat hari), Rasulullah melaksanakan shalat dhuha 8 rakaat dengan memperpanjang tiap rakaatnya, dan membaca surat Asy-syamsi dan Wadluha.

Berikut beberapa Manfaat shalat dhuha seperti yang pernah di riwayatkan dari Rasulullah Saw :

  1. Rasulullah pernah bersabda kepada Abu Dhaarin : “Ya Abu Dhaarin seandainya engkau shalat dhuha dua rakaat kamu tidak termasuk orang-orang yang lupa. seandainya kamu shalat dluha empat rakaat kamu dicatat termasuk orang yang berbuat  balk,   seandainya kamu lakukan shalat dhuha  enam  rakaat  pada  hari itu  kamu  tidak diikuti dosa.  bila kamu shalat dluha delapan rakaat,  kamu  termasuk  orang-orang yang ahli ibadah,   bila karnu laksanakan sepuluh rakaat atau dua belas rakaat Allah akan membangunkan kepadamu rumah yang indah di dalam surga.
  1. Rasulullah bersabda : Didalam manusia itu punya 360 ruas,  tiap-tiap ruas rnempunyai hak untuk sedekah.  Lalu sahabat bertanya : Siapakah yang sanggup mengeluarkann sedekah tiap ruas itu ya Rasulullah.  Nabi menjawab : Cukup kamu shalat Dhuha 2 rakaat,  Shalatlah dua  rakaat dengan membaca fatehah  1x  kemudian surat Al-lklilas 10 kali.
  1. Diriwayatkan  oleh  Umi  Salamah  dan Umul Mu’minin Aisyah ra :  Bahwa Rasulullah saw shalat Dhuha 12 rakaat. dan be!iau setiap rakaat membaca surat  Fatehah 1 kali dan Al-lkhlas 3 kali. Ketika selesai beliau memperpanjang sujud serta memperbanyak tahmit kepada Allah.
  1. Sesunggahnya di dalam surga ada pintu gerbang yang namanya Dluha, ketika kiamat datang maka akan ada pengumuman, manakah orang – orang yang membiasakan shalat dhuha ? inilah pintumu, masuklah kesurga lewat pintu ini.

Inilah  niat shalat Dhuha ;

USHALLI SUNNATAN DLUHAA  RAK’ATAINI ( MA’MUUMAM/ IMAAMAN ) LILLAHI TA’AALAA

Artinya:

Aku  niat shalat Dhuha dua rakaat dengan makmum / menjadi imam karena Allah

— Bila  sendirian “makmuumam / imaaman”  tidak usah di baca.

Do’a  yang dibaca selesai shalat Dhuha :

ALLAAHUMMAA INNADH DLUKHAA DLUHAAUKA WALBAHAA’A BAHAAUKA WAL- JAMAALA  JAMAALUKA  WALQUWWATAA QUWWATUKA WALQUDROTA QUDROTUKA WAL’ISMATA ‘ISHMATUKA.

Artinya:

Ya Allah sesungguhnya waktu Dhuha adalah waktu Dluhamu,  keagungan adalah keagungan-Mu, kebagusan adalah kebagusan-Mu. kekuatan adaiah kekuatan-Mu,   kekuasaan adalah kekuasaan-Mu, penjagaan adalah penjagaanmu-Mu

ALLAAHUMMA INKAANA RIZQII FISSAMAA’I  FA ANZILHU WAINKAANA FIL ARDHI FA AKHRIJUU WAIN KAANA MU’SIRAN FAYASSIRIIU WAINKAANA HA R A AM AN FATHOHHIR HU WAINKAANA BA’lDAN FAQARIBHUU.

Artinya;

Ya Allah ,  Apabila rizqi kami diatas langit, turunkanlah.   Apabila di dalam bumi keluarkanlah. Bila sukar mudahkanlah. Bila haram sucikanlah,

BIHAQQI DLUHAAIKA WABAHAAIKA WAJAMAALIKA WAQUWWATIKA WAQUDROTIKA AATINI  MAA  AATAITA  ‘IBAA DAK ASH SHAALIHIIN.

Artinya:

Dengan haknya waktu Dhuhamu, dan keagungan-Mu, dan kebagusan-Mu, kekuatan-Mu, kekuasaan·Mu,  berilah aku, apa-apa yang telah Engkau    berikan kepada  hambamu yang shaleh-sha!eh.

Manfaat Shalat Tahajud

Posted under Manfaat shalat sunnah by wahyudi on Thursday 21 June 2012 at 8:08 pm

Manfaat dan tata cara Shalat Tahajud

Shalat Tahajud adalah salah satu ibadah sunnah yang di ajarkan oleh Rasullullah Saw, dan banyak para Aulia dan Shallaf Sholeh yang mengerjakannya di karenakan begitu banyak manfaat shalat tahajud, apabila kita bisa melaksanakannya secara kontinyu. Para ahli medis dan ilmuwan pun telah sepakat bahwa Shalat tahajud juga mampu mencegah dan sebagai sarana terapi  untuk mengobati beberapa penyakit Medis. diantaranya : Kanker, Diabetes, tekanan darah tinggi, cholesterol, Depresi, dll.

Menurut Dr Abdul Hamed Diyab dan Dr AH Qurquz, shalat tahajud dapat meningkatkan daya tahan dan imunitas tubuh terhadap penyakit yang menyerang organ -organ tubuh, karena orang yang bangun malam berarti menghentikan kebiasaan tidur malam yang menyebabkan penyumbatan pembuluh darah.

Berikut ini adalah beberapa riwayat dan ayat  di dalam al-Quran yang menjelaskan betapa pentingnya ibadah Shalat tahajud :

1. Allah berfirman dalan surat al-Muzammil ayat 1 s/d 4 yang artinya : Hai orang yang berselimut, bangunlah untuk mengerjakan shalat semalam suntuk kurang sedikit, yaitu seperdua malam atau kurangilah sedikit dari seperduanya itu atau lebih dari seperduanya itu dan bacalah Al-Quran dengan Khusyu.

2. Firman Allah dalan surat Al-isra : Pada malam hari hendaklah engkau bertahajud sebagai tambahan untuk engkau, mudah -mudahan Allh mengangkat engkau ketempat yang terpuji.

3. Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda :
Apabila tinggal sepertiga malam Allah turun ke langit dunia dengan undang undang, adakah orang yang mohon padaku, maka aku akan kabulkan permohonannya, adakah orang yang meminta maaf, maka aku akan memaafkannya.

Tata cara Shalat tahajud :
Adapun tatacara pelaksanaan Sahalat tahajud, sebenarnya hampir mirip dengan Shalat Shubuh, yaitu dengan dua rakaat satu salam ( jumlah rakaat bisa di tambah sesuai kehendak), dan hendaknya di lakukan sesudah tidur sebelum fajar.

Niat Shalat tahajud :
Ushallii sunnatat tahajjud rak’ataini Lillahi ta’aalaa
Artinya : Aku niat shalat sunnah tahajud dua rakaat karena Allah.

Adapun surat yang dibaca setelah Al fatehah adalah surat Al-kafiruun dan pada rakaat kedua adalah surat Al-ikhlas.

Doa setelah shalat tahajud :

ALLAAHUMMA LAKAL HAMDU ANTA NUURUS SAMAWAATI WAL ARDHI WAMAN FIIHINNA, WALAKAL HAMDU ANTA QAYUIMUS SAMAAWAATI WAL ARDHLI WAMAN FIHINNA, WALAKAL HAMDU ANTAL HAQQU, WAWADUKA HAQUN, WAQOWLUKA HAQQ, WALIQAA-UKA HAQQ, WAL JANNATU HAQQ, WAN NAARU HAQQ, WAS SAA’ATU HAQQ, WAN NABIYUUNA HAQQ, WA MUHAMMADUN HAQQ, ALLAHUMMA LAKA ASLAMTU, WA’ALAIKA TAWAKALTU, WABIIKA KHASAMTU WA ILAIKA HAAKATU, FAGFIRLII MA QADAMTU, WAMAA AKHIRTU ANTAL MUQADDIMU WA ANTAL MUAK-KHIRU LAA ILAAHA ILLA ANTA.

artinya:
Ya allah, bagimu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta makhluk yang berada di dalammnya, Bagimu segala puji, engkau yang memerintahkan langit dan bumi serta makhluk yang ada di dalamnya, Bagimu segala puji, Engkau memang benar adanya, Janjimu benar, Firmanmu juga benar, dan perjumpaan denganmu juga benar, surgamu benar, neraka juga benar dan hari kiamat juga benar, para nabi adalah benar dan nabi Muhamad juga benar, Ya Allah kepadamu aku berserah diri dan kepadamu juga aku bertawakal, kepadamu aku ber iman dan kepadamu pula aku kembali, kepada Mu lah kami rindu dan kepada Engkau lah kami berhukum, Ampunilah kami atas kesalahan yang sudah kami lakukan dan yang sebelumnya, baik yang kami sembunyikan  maupun yang kami nyatakan, Engkaulah Tuhan yang terdahulu dan yang terakhir, Tiada Tuhan melainkan Engkau Allah Rabbul alamiin.

Ibnu Haitham

Posted under Tokoh ilmu Geometri by wahyudi on Tuesday 8 November 2011 at 10:59 am

Ibnu HaithamBapak ilmu optic pertama.

Abu ali Muhamad Al-Hassan Ibnu Al-Haitham Atau dikenal dengan nama Ibnu Haitham dilahirkan di Basrah

Tahun 354 H (965 M). Ia memulai pendidikannya di kota basrah sebelum di lantik menjadi pegawai pemerintah di kota kelahirannya. Setelah beberapa lama mengabdi beliau mengambil keputusannya untuk merantau ke Baghdad untuk menimba berbagai macam ilmu (agama, falak, matematika, fisika kedokteran) setelah itu beliau juga pergi ke Andalusi yang dikenal sebagai pusat peradaban dan kiblat pengetahuan Eropa waktu itu, di sinilah di mempelajari Ilmu tentang optic yang terkenal.

Beliau juga penah melakukan perjalanan ke mesir untuk menyelesaikan masalah banjir sungai Nil, di sini beliau banyka menyalin kitab – kitab matematika, falak, pengobatan dan falsafah, tidak heran beliau begitu ahli dalam berbagai ilmu tersebut

Pemikiran- pemikiran Ibnu Haitham

Beberapa karya tulis beliau menjadi rujukan sains di duinia barat, salah satu kajian Ibnu Haitham mengenai pengobatan mata menjadi pondasi pengobatan mata modern.

Beberapa karyanya mengenai cahaya juga di terjemahkan dalam bahasa inggris dengan judul “light on Twilight Phenomenon”, kajian ini banyak membahas senja dan lingkaran cahaya di sekitar bulan dan matahari serta bayang – bayang gerhana. Menurut Ibnu Haitham cahaya fajar muncul saat matahari berada di garis 19 derajat ufuk timur dan warna merah pada senja akan hilang saat matahari berada di garis 19 derajat ufuk barat, dalam kajian itu Ibnu Haitham menghasilkan kedudukan cahaya seperti bias cahaya dan pembelokan cahaya.

Ibnu Haitham juga melakukan percobaan terhadap kaca yang di bakar dan dari situ muncul teori lensa pembesar yang di gunakan seorang ilmuwan Italia untuk menghasilkan kaca pembesar pertama di dunia.

Yang paling menakjubkan adalah ibnu Haitham berhasil menemukan teori kubik, yaitu prinsip isi kubik udara sebelum seorang ilmuwan bernama Tricellea menemukannya 500 tahun kemudian.

Ibnu Haitham juga menemukan adanya gravitasi jauh sebelum Issac Newton. Selain itu teori Ibnu Haitham mengenai jiwa manusia sebagai satu rentetan perasaan yang bersambung secara teratur, yang memberikan ilham kepada dunia barat tetntang bayangan gambar, teorinya ini merupakan cikal bakal penemuan “Film”’

Selain Sins Ibnu Haitham juga banyak menulis karya di bidang filsafat, logika, metafizik dan masalah keagamaan, bagi Ibnu Haitham masalah filsafat tidak boleh dipisahkan dari sains matematik dan ketuhanan, ketiga ilmu ini harus di kuasai dengan baik jika ingin menemukan kebenaran.

Karya Ibnu Haitham

Beberapa karya Ibnu Haitham Antara lain :

Kitab Al-Manazir (Book of Optic) 1021 M, 600 tahun sebelum kelahiran Kepler, kitab ini membahas tentang sebab terbalik penglihatan mata dengan mengetahui kejadian yang didasarkan pada penglihtan melalui garis sinar bagian atas yang di lakukan orang yang melihatnya, sedang bagian bawah terlihat setelah terjadi sesuatu yang terbalik sehungga benda yang besar Nampak dekat dan benda yang kecil Nampak jauh, Ibnu haitham juga menolak teori Ptolemy dan Euclid bahwa manusia melihat benda melalui pancaran cahaya dari matanya, karena mata manusia bisa melihat benda akibat adanya cahaya yang jatuh ke mata.

Kitab Al-Jami fi usul Al Hisab, membahas ilmu matematika.

Kitab Al-Tahlil wa Al-Takrib, membahas Ilmu Geometri.

Kitab Tahlil al_masa’il Al Adadiyah, tentang Al Jabar.

Maqalah fi istikraj simat Al Qiblah, Mengupas tentang arah kiblat.

Maqalah fima tad’ullah, membahas penggunaan geometri dalam hukum syarak.

Maqalah fi Sina’at Al Syi’ir, membahas tentang telknik penulisan puisi.

Pengakuan Atas karya Ibnu Haitham

Rl Verma dalam bukuna “Al Hazen :Bapak modern optic” menjulukinya sebagai bapak optic modern, Rosana Gorini dalam tuisannya “Al Haytham the man of experience”, menyebutnya sebagai pelopor metode ilmiah modern. Al Qanuji mengatakan bahwa banyak ilmuwan dari yunani yang menulis tenteng optic tapi masih kalah dengan Ibnu Haitham.

Kajian dari Ibnu Haitham telah banyak memberikan landasan bagi dunia sains modern dan perkembangan sains dan beberpa pandangan dan oendapatnya masih relevan hingga sekarang.

Sunan Muria

Posted under kisah WaliSongo by wahyudi on Saturday 18 June 2011 at 7:57 pm

Riwayat Sunan Muria

Sunan Muria adalah putra dari Sunan Kalijaga dengan Dewi Saroh binti Maulana Ishaq,  Sunan Muria menikah dengan Dewi Sujinah putri dari Sunan Ngudung,  sehingga Sunan Muria juga menjadi Ipar dari Sunan Kudus, nama asli nya adalah Raden Umar Said dan nama kecilnya adalah Raden Prawoto.

Dalam Berdakwah Sunan Muria menggunakan kesenian seperti gamelan, dan tembang – tembang jawa seperti Kinanthi dan sinom, sunan Muria mendirikan pesantren di Lereng gunung Muria.

Kisah Dakwah Sunan Muria.

(more…)

Sunan Kalijaga

Posted under kisah WaliSongo by wahyudi on Saturday 18 June 2011 at 7:54 pm

Wali songoSunan Kalijaga adalah seorang tokoh Wali Songo yang sangat lekat dengan Muslim di Pulau Jawa, karena kemampuannya memasukkan pengaruh Islam ke dalam tradisi Jawa. Makamnya berada di Kadilangu, Demak.

Riwayat Sunan Kalijaga

Masa hidup Sunan Kalijaga diperkirakan mencapai lebih dari 100 tahun. Dengan demikian ia mengalami masa akhir kekuasaan Majapahit (berakhir 1478), Kesultanan Demak, Kesultanan Cirebon dan Banten,

(more…)

Sunan Gunung Jati

Posted under kisah WaliSongo by wahyudi on Friday 17 June 2011 at 7:50 pm

Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah, lahir sekitar 1450 M, namun ada juga yang mengatakan bahwa beliau lahir pada sekitar 1448 M. Sunan Gunung Jati adalah salah satu dari kelompok ulama besar di Jawa bernama walisongo. Sunan Gunung Jati merupakan satu-satunya Walisongo yang menyebarkan Islam di Jawa Barat.

(more…)

Next Page »
rabiah al adawiyah | al ghazali | abdul qadir al jaelani | jalaludin rumi | Habib Al-ajami | Imam Al-Ghazali | ibnu Sina | Hikmah tahajud | cerita teladan islami | tasawuf islam | kisah para sufi | Maulana malik ibrahim | Maulana ishaq | sunan ampel | sunan giri | sunan mbonang | sunan kudus | sunan muria | sunan kalijaga |